Jumat, 25 Desember 2015

“MENGUAK ESTIMASI KEHANCURAN BANGSA MELALUI SKENARIO NATIONAL INTELLEGENT COUNCIL TAHUN 2030”
























PEMBAHASAN

A.    Scenario 2030

Laporan ini merespon, sejumlah perubahan geopolitik, ekonomi,dan teknologi yang akan mengubah selama 15-20 tahun ke depan. Laporan ini dimulai dengan mengidentifikasi apa yang kita lihat sebagai MEGATRENDSindividual empowerment, Difusi kekuasaan ke berbagai jaringan dari dunia Barat ke Timur dan Selatan, Pola Demografis yg disorot adalah penuaan populasi dan “meledak” nya pertumbuhan kelas menengah, serta tantangan sumber daya alam.
Megatrends dalam laporan ini berinteraksi dengan 6 variabel atau kita sebut sebagai GAME-CHANGER yang akan menentukan dunia pada tahun 2030. Game-changer — Pertanyaan tentang ekonomi global, pemerintahan nasional dan global, sifat konflik, pertumbuhan regional, kemajuan teknologi, dan peran Amerika Serikat di arena internasional — Amerika akan menjadi unsur-unsur benih gangguan global atau memberikan kontribusi kemajuan yang luar biasa. Interaksi antara Megatrends dan Game-Changer, kita membayangkan empat dunia potensial (POTENTIAL WORLDS).
Pada salah satu ujung spektrum adalah dunia sebagai "Mesin Macet" (stalled Engines), dimana risiko peningkatan konflik antarnegara dan penghematan ekonomi AS & Eropa. Pada ekstrem yang lain adalah dunia baru menyeimbangkan kembali dan menyatu (FUSION) di mana kemajuan sosial, ekonomi, teknologi, dan politik tersebar luas. Di tengah dua kemungkinan lain: dunia "Gini-Out-of-the-Bottle" dimana kesenjangan mendominasi . Dan "Nonstate world" dimana nonstate actors berkembang untuk memmimpin
globalisasi.



B.     Global trends 2030: an overview

a.      MEGATRENDS

1.      Individual Empowerment
Pemberdayaan individu akan mempercepat pengurangan kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan kelas menengah global, meningkatnya tingkat pendidikan, meluasnya penggunaan komunikasi baru dan teknologi manufaktur, dan kemajuan kesehatan.
2.      Diffusion of Power
Tidak akan ada kekuatan hegemonik. Kekuasaan akan beralih ke jaringan dan koalisi dalam dunia multipolar.
3.      Demographic Patterns
Pertumbuhan ekonomi akan menurun di negara-negara "penuaan“ – populasi yang tidak produktif (65th keatas, Eropa & Jepang 2025). Enam puluh persen dari populasi dunia akan tinggal di daerah perkotaan;
migrasi akan meningkat.
4.      Food, Water, Energy Nexus
Permintaan untuk sumber daya akan tumbuh secara substansial karena peningkatan populasi global
b.      GAME-CHANGERS

1.      Crisis-Prone Global Economy
Volatilitas global dan ketidakseimbangan antara pemain dengan kepentingan ekonomi yang berbeda akan menghasilkan kehancuran? Atau kemauan memimpin di tengah multipolaritas akan lebih besar dan meningkatkan ketahanan dalam tatanan ekonomi global?
2.      Governance Gap
Akankah pemerintah dan lembaga dapat beradaptasi dengan cepat untuk memanfaatkan perubahan atau akan kewalahan menghadapi perubahan di kawasan itu?
3.      Potensi Peningkatan Konflik (Potential for Increased Conflict)
Perubahan yang cepat dan pergeseran kekuasaan menyebabkan konflik intrastate dan interstate?
4.      Lingkup yang lebih luas Ketidakstabilan Kawasan (Wider Scope of Regional Instability)
Akankan, ketidakstabilan regional, terutama di Timur Tengah dan Asia Selatan, meluap dan menciptakan ketidakamanan global?
5.      Dampak Teknologi Baru (Impact of New Technologies)
Apakah terobosan teknologi yang dikembangkan dapat meningkatkan produktivitas ekonomi dan memecahkan masalah yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi dunia, urbanisasi yang cepat, dan perubahan iklim?
6.      Peran Amerika Serikat (Role of the United States)
Akankah AS dapat bekerja dengan mitra baru untuk menemukan kembali sistem internasional?

c.       Potential worlds

1.      Mesin terhenti (Stalled Engines)
Meningkatnya risiko antarnegara. AS dan Eropa fokus ke dalam negeri dan globalisasi berhenti. tidak lagi tertarik dalam mempertahankan kepemimpinan global mereka. Eropa akan mengalami resesi. Revolusi energi AS gagal terwujud, pertumbuhan ekonomi global terputus-putus dan semua pemain melakukan relatif buruk .
2.      Fusion
Cina dan Amerika Serikat berkolaborasi pada berbagai isu, yang mengarah ke kerjasama global yang lebih luas. Bekerja sama menghadapi masalah global
3.      Gini-Out-of-the-Bottle
Kesenjangan meledak karena beberapa negara menjadi pemenang besar dan yang lain gagal. Ketidaksetaraan dalam negara meningkatkan ketegangan sosial. Tanpa benar-benar melepaskan diri, AS tidak lagi menjadi "polisi global.“Dunia semakin didefinisikan oleh dua siklus-satu kebajikan yang mengarah ke kemakmuran yang lebih besar, Setan (Gini) lainnya, yang menyebabkan kemiskinan dan ketidakstabilan (Jin). Jadi jangan sampai Jin keluar dari botolnya.
4.      NonstateWorld
Didorong oleh teknologi baru, aktor non- negara (NGO) perusahaan multinasional, lembaga pendidikan, dan Individu kaya serta unit subnasional (kota-kota besar, misalnya), berkembang dan memimpin menghadapi

tantangan global.

Rabu, 23 April 2014

pramuka bina insan mandiri

ini adalah kenangan dari pengambilan bantara yang melelahkan . Naik turun Gunung selama 3 hari ..
kalau ingin mencoba ayuk gabung ke Pramuka Bina insan mandiri atau yang lebih keren dengan sebutan kami "SCOUT BIM".